About GRII Perth

Kilas Balik

Jika kita simak ke belakang, saat dimulainya PRII (Persekutuan) Perth pada February 2003, sampai menjadi GRII, hal ini menunjukkan bahwa Sinode GRII sangat hati-hati memutuskan untuk memulai sebuah gereja. Pdt. DR. Stephen Tong, selaku pendiri GRII, menegaskan bahwa gereja yang menyebut dirinya Reformed Injili, harus berteologi Reformed dan bersemangat Injili yang berbasiskan Kedaulatan Allah dan berusaha sekuat tenaga untuk menegakkan otoritas Alkitab. Dengan semangat Injili, bararti harus menjadi garam dan terang dunia, mengasihi sesama yang hidup di dalam dosa, supaya mengalami penebusan darah Kristus. Kiranya gereja ini senantiasa memperjuangkan suatu mimbar yang bertanggung jawab, yang setia kepada firman Tuhan. Agar terhindar dari penyalahgunaan mimbar untuk kepentingan pribadi atau mengeruk kekayaan duniawi dan hal sekuler lainnya. Sehingga bisa menjadi berkat bagi banyak orang dan nama Tuhan dimuliakan senantiasa.

Hari ini ketika menengok kembali perjalanan GRII Perth dan dikaitkan pada saat pertama kali menjejakkan kaki di kota Perth, Australia ini dengan segala pergumulan pelayanan serta suka duka yang dialami saya sekeluarga, maka saya bersyukur akan Firman Tuhan ini yang memberikan kekuatan dan penghiburan, sekaligus memahami apa yang menjadi kehendakNya.

Kiranya juga boleh menguatkan kita semua didalam menjalankan kehidupan serta pelayanan yang Tuhan percayakan demi untuk kemuliaan nama-Nya di MRII Perth yang telah didewasakan menjadi GRII Perth oleh hamba-Nya yang setia Pdt. DR. Stephen Tong, dimana kita menatap hari ini dan menapaki hari esok dengan pasti, karena kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Soli Deo Gloria.

Pdt. Jusak Widjaja (Gembala Sidang Periode April 2004 - April 2016)

 

Awal sebuah tekad

Diawali oleh beberapa anak Tuhan yang mempunyai kerinduan akan adanya sebuah persekutuan Reformed Injili di kota Perth, maka beberapa orang ini berkumpul pada bulan Oktober 2002 untuk membicarakan akan kemungkinan terbentuknya sebuah persekutuan Reformed Injili yang ber “aliasi” kepada GRII Pusat di Jakarta yang dipimpin oleh Pdt. Stephen Tong. Sebagian orang2 ini adalah ex jemaat GRII Jakarta yang sudah menetap di kota Perth dan sebagian orang lagi adalah orang2 yang sudah mengenal teologi Reformed ataupun orang yang sudah mengetahui reputasi Pdt. Stephen Tong. Akhirnya disepakati untuk menyampaikan pergumulan akan kerinduan ini kepada Pdt. Stephen Tong. Tepatnya tanggal 1 Januari 2002 waktu hari Tahun Baru kami pergi ke rumah Pdt. Stephen Tong membawa berita dan mengutarakan kerinduan kami dan teman2 di Perth untuk dibukanya sebuah persekutuan Reformed Injili sebagai sebuah cabang resmi dari GRII Pusat di kota Perth – Western Australia. Pada waktu itu Pdt. Stephen Tong mengatakan itu adalah sebuah gagasan yang baik dan hak setiap orang dimanapun mereka berada untuk membuka sebuah persekutuan Reformed apabila memang ada pergumulan yang serius dari orang yang cinta Tuhan dan teologi Reformed. Beliau belum menjanjikan akan kepastian untuk bisa menerima persekutuan Reformed tersebut menjadi cabang resmi dari GRII Pusat sampai kurang lebih 1 tahun. Pdt. Tong minta agar persekutuan Reformed yang akan dibentuk digumulkan terus dan apabila dirasakan adanya pimpinan Tuhan serta mendapatkan orang2 yang lain yang mempunyai kerinduan yang sama, maka Pdt. Tong akan menilai kembali dan memberikan keputusannya. Maka pada bulan Februari 2003 Persekutuan Reformed Injili yang pertama dimulai (di City Beach) dengan beberapa keluarga berjumlah 22 orang dengan memakai VCD rekaman Pdt. Stephen Tong untuk dapat mendengarkan Firman Tuhan. Demikian selanjutnya setiap hari Minggu kami memakai rumah2 anggota secara bergantian dan mulai mengumpulkan persembahan untuk mendanai kegiatan2 Persekutuan Reformed ini. Tiga bulan kemudian, di bulan Mei 2003, Persekutuan Reformed menyewa sebuah gedung, Cambridge Town Hall* yang berkapasitas 150 orang. Pada saat itu kami telah membeli sound system, multi media proyektor + layar, mimbar (masih dipakai sampai sekarang) dan perlengkapan lainnya untuk menjalani kegiatan seperti layaknya sebuah gereja. Format dan tata liturgis pun sudah seperti sebuah kebaktian umum dengan mengambil contoh dari GRII Pusat. Firman Tuhan terus disampaikan oleh Pdt. Tong melalui pemutaran VCD yang memberi berkat bagi banyak orang. Anggota bertambah menjadi 50an orang dan Pdt. Jusak yang sedang menyekolahkan anaknya di Perth harus bolak balik Perth-Jakarta setiap 6 minggu sekali juga sangat banyak mendukung dan memberikan Firman serta pengarahan kepada Persekutuan Reformed ini.

*Sekarang Leederville Town Hall

 

Penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan

Tuhan terus memimpin Persekutuan Reformed ini, dan setelah 6 bulan berbakti di Cambridge Town Hall kami memutuskan untuk pindah ke Floreat Function Hall, dimana tempat ini sangat baik dan cocok untuk sebuah tempat kebaktian yang nyaman. Sedangkan di Cambridge Town Hall salah satu kendala adalah dinginnya ruangan disaat musim dingin serta system acoustic yang tidak baik (bergema). Setiap anggota terus bertumbuh didalam iman, melayani bersama dengan segala suka dan duka yang tidak bisa dibeli dengan apapun juga. Kebersamaan ini terus berlanjut, keakraban terjalin dengan baik, semangat untuk terus berkembang juga semakin besar sehingga 1 tahun berlalu kami mengajukan usulan ke GRII Pusat untuk dapat dipertimbangkan menjadi bagian dari GRII Pusat. Puji Tuhan tepatnya tanggal 11 April 2004, ditempat yang sama (Floreat Function Hall) Persekutuan Reformed yang dirintis dengan semangat kemandirian dan cinta Tuhan melalui teologi Reformed akhirnya diresmikan menjadi Mimbar Reformed Injili Indonesia – Perth. Pdt. Tong melalui tayangan video memberikan kata sambutan dan ucapan selamat kepada jemaat yang baru serta bagian dari GRII Pusat. Bapak John Prawiro selaku wakil dari GRII Pusat datang meresmikan peristiwa yang bersejarah tersebut. Pada saat itu Pdt. Jusak sudah mulai banyak waktu di Perth dan jemaat sepakat untuk mengusulkan Pdt. Jusak sebagai Gembala Sidang MRII – Perth. Usulan tersebut diterima dan disetujui oleh GRII Pusat dan kami bersuka cita mendapat seorang gembala sidang yang tetap. Beliau adalah seorang yang rendah hati yang mempunyai jiwa penggembalaan yang besar dan memperhatikan domba2nya dengan sangat baik.

 

Menatap dan menapak hari depan

Pada bulan Agustus 2005, jemaat MRII Perth bersehati untuk membeli sebuah tempat di 23/34 Hulme Court, Myaree dimana tempat ini dapat dipakai secara permanen untuk kegiatan/aktivitas2 yang semakin hari semakin lengkap seperti: Persekutuan Pemuda, Persekutuan Doa, Pemahaman Alkitab, Sekolah Minggu, Persekutuan Wanita, Persekutuan Pria, Persekutuan Remaja, Perpustakaan, ataupun dapat dipakai untuk penayangan VCD secara langsung dari event2 khusus yang diadakan oleh GRII Pusat. Tempat permanen ini dapat dibeli tentunya adalah karena Anugerah Tuhan dan kemurahan hati Pdt. Stephen Tong yang membantu meminjamkan dana dari GRII Pusat dan GRII Singapur. Saat ini jumlah jemaat MRII Perth sekitar 100 orang dengan jumlah hadir rata2 sebanyak 80 orang setiap minggunya. Setelah 5 tahun MRII Perth eksis dikota Perth melayani dan sudah menjadi banyak berkat bagi orang2 Indonesia di Perth, kami bersyukur kembali kepada Tuhan dan berterimakasih kepada GRII Pusat (sinode) melalui keputusan pemimpin tertinggi GRII Pusat yaitu Pdt. Stephen Tong untuk mendewasakan MRII Perth menjadi GRII Perth. Sungguh suatu hal yang luar biasa, sungguh hanya karena Anugerah Tuhan semata maka sampai hari ini….sesuai dengan visi dan misi GRII – Perth kami ingin terus bertumbuh baik secara kuantitas dan kualitas serta memperkenalkan teologi Reformed dan memenangkan banyak jiwa bagi Tuhan, maka kami ingin menjangkau lebih banyak orang lagi melalui penginjilan kepada mereka yang belum kenal Yesus Kristus….kami ingin bertumbuh terus dengan memberdayakan seluruh jemaat, membina jemaat dengan lebih baik lagi. Kami juga rindu untuk mempunyai kebaktian berbahasa Inggris yang dapat menjangkau orang2 yang berbahasa Inggris. Demikian sebagian bahan yang bisa saya sampaikan, semoga bisa berguna. Kiranya Tuhan terus memberkati pelayanan kita semua.

Jemmy Effendi dan Fenny Trisno Atmodjo